Jumat, 26 Desember 2014

Restu & Firasat IBU



Sekitar 2 tahun yang lalu, klub sepakbola kesukaanku, Persija Jakarta akan berlaga di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Karena Persija tidak mendapatkan ijin berlaga di Jakarta oleh keamanan. Itu adalah hal yang sangat aku tunggu-tunggu. Dan aku berencana untuk menonton langsung di Stadion bersama teman-temanku. Dua hari sebelum laga digelar, aku meminta ijin kepada kedua orangtuaku. Betapa kecewanya aku saat mereka mengatakan ‘tidak’. Terutama ibuku yang sangat melarangku untuk pergi ke Stadion. Ibu sangat khawatir karena The Jak Mania (pendukung Persija) terkenal dengan kata “rusuh”. Aku memang sangat kecewa dengan ibuku saat itu. Ibuku bilang “nggak usah ke sana, nonton di rumah aja, kan lebih enak. Nanti pasti tawur itu The Jak.” Aku terus menjawab dan meyakinkan ibuku kalau tidak akan terjadi apa-apa. Tapi ibuku tak juga mengijinkan. Akhirnya semua rencanaku berantakan. Aku tetap di rumah, seperti biasa hanya menonton lewat TV. Memang awalnya tidak terjadi kerusuhan. Tapi pada pertengahan pertandingan apa yang dikatakan ibuku tadi benar-benar terjadi. Suporter Persija dan suporter Persipura saling melempar batu. Dalam hati, aku berkata, untung saja aku tidak jadi nonton, apa jadinya aku jika aku tadi tidak mematuhi kata ibuku? Dan ibukupun juga bilang begitu. Tapi rasa cintaku untuk PERSIJA masih tetap sama, sekarang, besok, dan selamanya. hehehe. Setelah kejadian itu, jika ibuku mengatakan tidak, aku tidak akan melakukannya. Karena aku sadar firasat seorang ibu terhadap anaknya itu sangatlah kuat. Dan restu kedua orang tua itu sangatlah penting. Jadi untuk teman-teman, patuhilah kedua orangtuamu, karena restu mereka adalah restu Allah SWT juga. Dan jangan pernah mengabaikan kata-kata orangtua kita, karena biasanya apa yang mereka katakan akan terjadi. Dan firasat orangtua terhadap anaknya tak pernah salah.

4 komentar:

  1. Tu dengerin tu apa kata orang tua jgn dibantah ;)

    BalasHapus
  2. firasat orang tua memang tak pernah salah, maka dari itu kita harus nurut pa kata orang tua,,, jangan sampai kita durhaka ma orang tua...

    BalasHapus
  3. dengarkan, laksanakan, jangan mngelak, pasti aman :)

    BalasHapus
  4. lebih aman lagi kalo ada pak satpam, dengarkan tu lan petuah dari orang tua diatas

    BalasHapus